Latest Post

Markarius Anwar Dipercaya Masyarakat Duduk di DPRD Riau

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 23 April 2014 | Rabu, April 23, 2014

PKS Pelalawan | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pelalawan  berhasil mendudukan kader terbaiknya duduk di DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan Riau 6 Siak-Pelalawan. Kader terbaik itu adalah Markarius Anwar, ST. M.Sc yang periode sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A DPRD Kab. Pelalawan.
Hasil dari Rapat Pleno KPUD Pelalawan & KPUD Siak. Partai Keadilan Sejahtera Daerah Pemilihan Riau 6 (Siak-Pelalawan) meraih suara sebanyak 29.456 suara. Hasilnya seorang Caleg Partai Keadilan Sejahtera  bakal duduk di DPRD Provinsi Riau yakni  Markarius Anwar, ST, M.Sc meraih suara terbanyak dengan jumlah 8769 suara.
Adapun caleg lainnya yang berhasil duduk di DPRD Provinsi Riau adalah :
1. Sugianto (PKB)
2. Markarius Anwar (PKS)
3. Zukri (PDIP)
4. Soniwati (PDIP)
5. Sewitri (Golkar)
6. Sumiati (Golkar)
7. Husni Thamrin (Gerindra)
8. Azmi Setiadi (PAN)
Atas suara yang diraih itu Markarius Anwar merasa bersyukur. "Alhamdulillah saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih PKS, semoga kami dapat terus dekat dan melayani dengan sepenuh hati. Suara yang kita dapat ini adalah amanah darirakyat yang harus di emban dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tugas pokok dewan; legislasi anggaran dan pengawasan"

"Selanjutnya secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada seluruh caleg dari PKS Dapil Riau 6 (Siak-Pelalawan) yang telah bekerja keras bersama-sama meraih simpati masyarakat. Terimakasih kepada kader, simpatisan dan seluruh Tim Pemenangan PKS yang bekerja sepanjang tahun tanpa pamrih".

Dalam status Facebooknya Mester Hasuhunan Hamzah yang juga sama-sama sebagai caleg dari PKS mengucapkan tahniah atas terpilihnya Markarius Anwar sebagai calon terpilih Anggota DPRD Provinsi Riau dari Dapil 6 ini semoga tetap amanah.
___
@fathurjustice

Raih Suara Tertinggi di PKS H. Abdullah Duduki Kursi DPRD Kab. Pelalawan

Written By PKS PELALAWAN on Minggu, 20 April 2014 | Minggu, April 20, 2014


PKS PelalawanDari hasil sejumlah perolehan suara perorangan calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Pelalawan, H. Abdullah politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meraih 1061 suara dari total suara PKS 2992 suara.

Jumlah 12 kursi yang diperebutkan pada Dapil I Kabupaten Pelalawan yang miliputi Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kecamatan Langgam dan Kecamatan Bandar Sei Kijang ini juga membuat persaingan dalam memperebutkan kursi di DPRD Kab. Pelalawan menjadi sangat sengit. Selain itu, semua caleg yang mencalonkan diri juga sangat ambisius dan beroptimis tinggi.

Saat dikonfirmasi terkait perolehan suara yang menempatkan dirinya diurutan teratas di PKS, H. Abdullah mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan warga Pangkalan Kerinci dan sekitarnya yang telah mendukung dan mendoakannya.

"Terimakasih yang sebesar besarnya kepada masyarakat Pangkalan Kerinci dan sekitarnya, yang memberikan kepercayaannya kepada saya sehingga dalam perolehan suara saya menempati urutan teratas di PKS, Alhamdulillah, Selanjutnya saya siap mengembalikan kepercayaan masyarakat, melayani dan mendampingi masyarakat serta memenangkan PKS Pelalawan di pemilu 2019 yang akan datang" ungkapnya.

Adapun 12 Caleg yang berhasil menduduki kursi DPRD Pelalawan dari Dapil I dari hasil Perhitungan Suara pada Sidang Pleno KPUD Pelalawan Hari Sabtu (19/04/2014)
1. Ir. Rustam Sinaga (Nasdem)
2. H. Abdullah (PKS)
3. Syafrizal (PDIP)
4. Saniman (PDIP)
5. Fatmalena (PG)
6. Afrizal (PG)
7. Faizal, SE., M.Si (Gerindra)
8. Monang Pasaribu (PD)
9. Beny Ilham (PAN)
10. Junaidi Purba (PPP)
11. Eliman M (Hanura)
12. Mardemis (PBB)

___
@fathurjustice

BRAVO PKS !

Written By PKS PELALAWAN on Sabtu, 12 April 2014 | Sabtu, April 12, 2014


"BRAVO PKS"

saya bukan kader PKS bahkan bukan pengurus PKS di tingkat manapun, tapi saya akui simpati kepada perjuangan PKS

berapa banyak anak muda di social media yang berkata hal yang sama dengan saya

puluhan? ratusan? jutaan?

tengoklah dengan kejujuran, berapa banyak wall (dinding) para anak muda di social media yang dihiasi dengan hal berbau PKS

baik itu di facebook maupun di twitterland

apakah mereka lakukan itu karena ada yang meminta? apa karena ada yang memerintahkan?

nama yang mereka buat di dalam akun socmed; adalah memakai nama asli bukan nama bohongan alias bukan seperti nama akun anonim bayaran yang hama demokrasi

jadi mereka memang 'diperintahkan' hati mereka untuk PKS

hati mereka lah yang telah memilih PKS dan itu tiada ada orang atau pihak yang meminta atau memetintahkan

kalau hati yang berbicara; maka militansi adalah hal yang pasti ada

tanpa dibayar dan tanpa diperintah

mereka para hati serta jantung PKS; bersedia siap siaga, siang dan malam dalam menjaga dan mengawal surat suara yang diperoleh PKS di TPS TPS sampai ke KPU pusat

ini sama persis ketika mereka tanpa dibayar dan diperintah; melakukan advokasi serta direct selling terhadap PKS di social media

generasi macam apakah itu?

ketika demokrasi memberi tontonan ketidakdewasaan lewat kecurangan kecurangan pemilu, serta praktek politik uang

fenomena anak muda simpatisan PKS bisa dijadikan sebuah patron pendidikan politik yang baik dan benar

bersama bersatu dalam jamaah untuk sebuah nama; PKS

dan ini urusan hati

panggilan hati menyebabkan mereka ikhlas melakukan apapun juga untuk PKS

karena mereka percaya masih memiliki harapan atas nasib bangsa ke depan

toh; yang mereka bela bukan partai paling korup di indonesia

toh; yang mereka perjuangkan bukan partai yang mengkhianati rakyatnya

bagi mereka; PKS adalah solusi kebangsaan

dan saya menganggap apa yang mereka perbuat dan lakukan adalah hal yang wajar dalam sebuah pilihan kehidupan

memilih sesuatu dengan logika mana pilihan terbaik buat bangsa ke depannya

yang justru ironis adalah adanya pihak pihak yang tidak suka dengan kebersamaan dan kesolidan mereka terhadap PKS

ironis; karena terkadang memakai logika berpikir negatif; dengan membawa kalimat kalimat kasar dan nama binatang

bukankah itu justru semakin memberi tanda yang jelas sebagai pemisah

yang satu adalah kubu memperjuangkan hati nuraninya atas pilihan ke PKS dan pantas lalu mereka bersama dan mensolidkan barisan

dan kubu yang lain adalah kubu yang benci dan dengki atas kebersamaan dan kesolidan para anak muda itu kepada PKS

harusnya publik bisa melihat dengan jelas; kubu mana yang benar dan kubu yang mana yang selalu termotivasi untuk menghancurkan

bravo PKS

"membangun barisan kuat itu kunci nya terletak pada hati, dan hati lah yang memanggil dan menyatukan pemikiran dan genggaman tangan mereka menjadi satu dalam barisan yang kuat dan kokoh; saling melengkapi satu sama lain dan tidak mudah terpisahkan"

-bang dw-

"PKS Lega...."


Jakarta – Partai Keadilan Sejatera (PKS) mendapatkan suara yang cukup mengejutkan di dalam hitung cepat pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2014. PKS mendapat perolehan suara sebesar 7 persen.

Bekas Presiden PKS yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengaku lega dengan perolehan itu. Sebab selama ini survei menyebutkan suara PKS akan terpuruk.

Bagaimana rencana selanjutnya tentang perolehan suara PKS? Berikut wawancara Hidayat Nur Wahid dalam program Sarapan Pagi:

Anda kelihatannya agak lega ya?

Justru yang tidak lega itu rekan-rekan dari lembaga survei. Karena mereka semuanya memprediksi PKS tidak akan lebih dari 4 persen. Berkali-kali kami mengatakan bahwa kami sudah hafal dengan lembaga survei selalu salah memprediksi PKS terkait dengan pemilu dari 2004, 2009, 2014 terbukti salah lagi.

Memprediksi yang lain agak betul cuma memprediksi PKS yang susah diprediksi ya?

Saya berani mengatakan kalau mereka prediksi PKS selalu salah tapi kami enjoy saja. Tapi yang Anda sebutkan bahwa kami mengusulkan parliamentary threshold 3,5 persen sesungguhnya tidak begitu. Usulan kami rentang antara 3,5 persen sampai 4 persen kami siap saja tapi partai-partai lain menginginkan 3,5 persen.

Buat kami yang menarik adalah bahwa perolehan 6,7 persen dan kalau saja sisa suara ini kita bagi rata masih ada peluang PKS akan mendapatkan 8,5 persen dari hitung cepat ini. Sebetulnya apa yang terjadi di dalam partai? karena kita tahu pemberitaan media (seolah) banyak kasus yang menimpa kami.

Tidak banyak kasus, hanya ada satu kasus. Kalau Anda menyebut tentang kasus korupsi Anda akan tahu bahwa ternyata partai yang korupsinya paling banyak 1-3 bukan PKS, PKS adalah partai yang korupsinya paling sedikit. Kalau Anda kaitkan dengan data dari KPK yang terkait gratifikasi ternyata PKS adalah partai yang paling besar mengembalikan gratifikasi Rp 1,9 miliar dan ada partai-partai yang tidak pernah mengembalikan gratifikasi sama sekali padahal pasti mereka pernah menerima gratifikasi.

Jadi apa yang terjadi inilah sekali lagi saya katakan bahwa realita media, realita survei itu tidak sama dengan realita rakyat. Apa yang dihembuskan oleh media, diopinikan oleh media kemudian dibombardir oleh lembaga survei saya dari dulu selalu mengatakan bahwa realita yang memilih nanti adalah rakyat Indonesia bukan media dan lembaga survei.

Kembali terbukti bahwa rakyat telah memberikan kedaulatan, dari dulu saya selalu menyanggah bahwa seolah-olah PKS sudah terpuruk. Buktinya ada tiga kader PKS yang dimajukan sebagai calon gubernur 100 persen menang yaitu kader kami di Jawa Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara menang.

Peserta pilgub pasti lebih banyak daripada mereka yang menjadi sample dalam survei dan itu bagian dari realita sepanjang Februari 2013 sampai Maret 2014 itu ada tiga peristiwa pilgub dan ternyata PKS melalui kader-kadernya tetap dipercaya dan akhirnya dimenangkan. Jadi saya sepakat dengan Anda bahwa mungkin bisa sampai angka 9-10 persen. Jadi kalau kemudian ternyata capaian PKS adalah jauh di atas dari yang diperkirakan media dan lembaga survei, karena memang media dan lembaga survei salah membaca realita publik.

Strateginya apa?

Kita tidak perlu strategi yang aneh-aneh kok, itu karena kesalahan membaca media dan lembaga survei.

Kita melihat banyak aktivis PKS yang sangat agresif terutama di media sosial ya?

Kalau itu dari dulu kita sudah biasa. Anda tahu bahwa Cak Nur tahun 1998 ketika beliau menjadi ketua seleksi partai-partai beliau sangat kaget dengan fenomena hadirnya komunitas politik baru di Indonesia, anak-anak muda yang kemudian berhimpun dalam Partai Keadilan dan mereka sangat menguasai bidang teknologi dan informasi. Karena mereka tamatan dari universitas terkemuka di Eropa, Amerika, dan Australia. Tapi kemudian kenapa jadi begini sekali lagi menurut saya itu hanya karena media dan lembaga survei salah membaca tentang realita publik dan PKS.

Bagaimana kemudian langkah PKS untuk Pak Anis Matta?

Siapapun tahu bahwa Undang-undang Dasar menegaskan syarat untuk ikut dalam pencapresan syaratnya sangat jelas. Kita semua paham hal itu dan karenanya keputusan akhir daripada partai akan diputuskan oleh Majelis Syura PKS, Majelis Syura PKS pasti akan bersidang setelah definitif hasil pileg diketahui. Karena sejak dulu kami sangat realistis kalau misalnya PKS tidak mencapai di atas 10 persen ya tentu tidak mudah mencapreskan kadernya, tapi kalau kami bisa mendapatkan 13 persen pasti kader kami dicapreskan.

Jatah menteri pun tidak apa-apa ya?

Bukan masalah jatah menteri tidak apa-apa oposisi pun juga bisa. Karena Anda harus ingat bahwa PKS itu punya pengalaman di seluruh kelompok politik, pernah kami sendirian di luar kabinet menjadi oposisi ketika Ibu  Megawati sebagai presiden. Kami sendiri di luar kabinet sementara seluruh partai berada di dalam kabinet dan enjoy saja tidak ada masalah.

Kami juga pernah diajak berkoalisi atau mendukung dari kelompok partai Islam ketika kami mendukung Pak Amien Rais sebagai capres tahun 2004. Kami juga pernah diajak koalisi oleh Pak SBY-JK, jadi apapun posisinya kami pernah berada dalam posisi itu.

Soal perolehan suara, sebenarnya kalau dibandingkan tahun 2009 tidak ada perkembangan atau pertambahan cukup signifikan dalam perolehan suara PKS. Artinya sebenarnya stagnan atau berkurang?

Iya tapi Anda harus perhatikan dulu riil suara sah pemilih berapa. Kan beda antara DPT dengan pemilih sah yang berapa golput, tidak sah bandingkan juga dengan 2009 setelah itu baru bisa kita bandingkan. Sekarang pun kita belum tahu persis perolehan suara PKS, berapa pula sesungguhnya suara yang sah pada tingkat nasional. Masih terlalu dini untuk bicarakan itu, bahkan di luar negeri yang tadinya DPT diperkirakan ada 2,2 juta suara, di Malaysia sekitar 212 ribu suara ternyata yang memilih tidak lebih dari 20 persen.

Jadi masih terlalu dini untuk menyebut suara PKS kali ini lebih rendah atau lebih tinggi. Karena kita harus melihat data riil tentang DPT berapa, suara sahnya berapa, kemudian dari suara sah itu PKS dapat berapa baru setelah itu kita bisa bicara apakah suara PKS naik atau turun. Tapi ada varian baru yang dicoba untuk kemudian PKS rontok yaitu kasusnya Pak Luthfi, pemberitaan media massa, dan survei yang begitu dahsyat itu tidak terjadi pada tahun 2004 dan 2009 tapi 2014 ini ada pengaruh atau tidak nanti kita lihat secara konkret dalam hasil pemilu akhir. Tapi yang jelas kalau quick count ini dijadikan rujukan ternyata upaya untuk membonsai PKS dengan kasus itu ternyata gagal.

Kawan yang kira-kira sehati dengan PKS kalau partai Islam sepertinya tidak cukup untuk menuju Juli misalnya menggandeng PPP dan PKB, kelihatannya yang paling mungkin adalah dengan partai nasionalis. Apakah itu dimungkinkan oleh PKS?

Pertama definisi partai Islam ini harus disepakati. Kalau dengan PKB berarti lebih dari 20 persen, karena kalau Anda lihat dari quick count sekarang ini PKB hampir 9 persen, PAN 7 persen, PKS 6 persen itu sudah lebih dari cukup. Jadi kalau Anda pakai logika quick count dan formula yang Anda tawarkan itu ternyata bisa gagal, ternyata partai Islam kalau mau berkoalisi bersama-sama melebihi 20 persen.

Kalau partai Islam yang sejalan dengan PKS bagaimana?

Kami dengan PAN, PKB, PPP semuanya sejalan. Kemudian tentang partai nasionalis dengan Golkar dan Demokrat tahun 2004 pada putaran kedua kami mendukung SBY-JK. Jadi apakah dengan kelompok mana kami punya latar belakang yang pernah kami kerjakan, bahkan kalau kami diputuskan untuk oposisi kami juga punya pengalaman itu. Jadi PKS mempunyai pengalaman yang lengkap karena partai politik yang punya pengalaman di dalam kekuasaan pernah dan selalu ingin berkoallisi bagi kami tidak masalah.

Jadi kalau di luar kekuasaan lagi siap ya?
Iya.

Anis Matta Instruksikan Pengawalan Ketat Rekapitulasi Dan Pengamanan Suara


Jakarta, 11/04/2014,- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menginstruksikan  para kader dan simpatisan untuk mengawal dan mengawasi dengan ketat rekapitulasi penghitungan suara yang saat ini tengah berlangsung di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan/Desa.

"Rekapitulasi pada PPS rawan terjadinya kesalahan maupun penyimpangan. Seluruh struktur partai,  kader dan para caleg harus ikut mengamankan suara, sehingga penyimpangan dapat dicegah " ujar Anis Matta di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (11/4).

Semua berbagai bentuk kecurangan, lanjut Anis, harus segera dilaporkan, agar pesta demokrasi yang sejauh ini telah berjalan aman dan lancar tidak terjadi. Menyinggung tentang perolehan suara PKS berdasarkan sejumlah hitung cepat yang mencapai 7 persen, Anis optimis angkanya bisa lebih tinggi. Sebab berdasarkan perhitungan real count yang dilakukan tim internal, untuk sementara angkanya mendekati 10 persen. 

"Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Tapi kami optimis insya Allah perolehan suara dan kursi PKS Akan lebih tinggi dibandingkan dengan pemilu 2009," ujarnya.

Anis mengapresiasi soliditas kader, simpatisan dan mesin partai yang bekerja maksimal, sehingga berbagai prediksi tentang penurunan suara PKS terbantahkan.  " Kami sudah terbiasa dengan prediksi dan ramalan semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, namun malah melecut kami untuk bekerja lebih keras," tegasnya.

Berdasarkan tahapan pemilu 2014, rekap pada  PPS akan berlangsung dari tanggal 10-15 April. Rekapitulasi nasional 26-6 Mei. Penetapan hasil Pemilu secara nasional 7-9 Mei.  Penetapan perolehan kursi dan calon terpilih nasional sampai kota/ kabupaten 11-18 Mei. Sementara pengajuan perselisihan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi 12-14 Mei.

Pesan Ustadz Hilmi Aminuddin Untuk Seluruh Kader


Oleh Cahyadi Takariawan

Malam ini tadi, Kamis 10 April 2014 jam 23.00 usai rapat bersama TPN DPP PKS, saya bersama ikhwah  berkesempatan silaturahim kepada Ketua Majelis Syura PKS, ustadz Hilmi Aminuddin, di MD Pasar Minggu.

Berikut pesan ustadz Hilmi Aminuddin malam ini :

1. Terus bekerja dan berkegiatan, khususnya utk penjagasn suara. Perjuangan belum selesai. Jangan lengah dan lalai. Jangan merasa Pemilu sudah usai.

2. Semua kader dan struktur terus waspada. Sudah banyak laporan kecurangan dimana-mana. Jangan dibiarkan kecurangan terjadi. Segera proses sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

3. Sampaikan apresiasi saya (ust Hilmi) kepada semua kader. Saya melihat kinerja kader pada Pemilu kali ini jauh lebih hebat daripada Pemilu sebelumnya. Semua bergerak dengan totalitas. Subhanallah.

Demikian inti pesan ustadz Hilmi

PKS: KADER & SIMPATISAN EFFECT


Twit @anismatta
(Kamis, 10/4/2014)


Menjelang tengah malam.. Saatnya melihat catatan hari ini..

Alhamdulillah, sehari setelah Pemilu, sy mendpt kabar kader2 #PKS tetap bekerja keras..

Para caleg, saksi, kader pendamping TPS, tim tabulasi di berbagai kota seantero nusantara belum istirahat sampai skrg..

Sejak awal persiapan, pasang atribut, kampanye, cabut atribut, pecoblosan, sampai penghitungan suara.. Semua adlh kerja keras..

Mari kita berdoa agar Allah mencatat semua kerja ini sebagai pahala..

Seperti saya sampaikan kemarin, kita harus terus menjaga suara kita.. Waspada.. Tapi jgn lupa tebarkan senyum damai..

Fokus!! Jangan terpancing isu, rumor, hoax.. Perlu memantau informasi tp jangan tenggelam dlm banjir informasi..

Bgtu jg soal koalisi.. Msh trlalu pagi utk bicara dgn siapa #PKS akn brkoalisi.. Mari tuntaskan thpn pnghtungan suara dl.. Tak perlu buru2..

Skrg tugas utama kita adlh menjaga hak kita: suara rakyat yg diberikan atas dasar kepercayaan.. Itu akan menjd bekal kita melangkah ke dpn..

Apa yg menjadi catatan penting dari pileg 2014 ini?? Kira2 tafsir sosialnya begini:

Pileg 2014 menandai berakhirnya era transisi demokrasi.. Kt memasuki demokrasi yg lbh stabil.. Tdk ada keluarbiasaan yg betul2 luar biasa..

Perolehan suara relatif flat dan terfragmentasi.. Hal2 yg selama ini seolah taken for granted menjd rumus kemenangan, ternyata tdk terjadi..

Pd 2004 msh ada keluarbiasaan, Demokrat 7% tp Pak SBY jd presiden.. Pd 2009, figur SBY mengerek perolehan PD..

Pd 2014, ekosistem politik sdh mampu melakukan containment.. Publik pun mmpu menyaring bombardir iklan & berita.. Tdk ada kekuatan dominan..

Efek figur yg sngt populer, pncitraan media, pmpinan parpol yg owner media, blnja iklan fantastis.. Smua itu kontribusiny proposional sj..

Semua hal itu tdk serta-merta menghasilkan kemenangan yg mudah..

Mesin partai, kader, figur, blanja iklan, kekuatan finansial, smua punya perannya masing2.. Racikan yg pas yg akn mmbuahkan hsl yg optimal..

Civil society semakin independent.. Tidak ada lagi "politik grosiran", dimana dukungan diraih dgn mempengaruhi pemimpin2 kelompok sosial..

Individu semakin menunjukkan jati dirinya.. Ingin berpartisipasi tp tidak ingin pesta demokrasi ini dibajak oleh oligarki elite..

Itu yg bisa kita baca dr maraknya ajakan utk tdk golput, sambil tetap "dgn galak" meminta pertgjwban dr partai politik..

Inilah fenomena masyarakat dlm gelombang ketiga sejarah Indonesia.. Masyarakat berubah..

Dlm konteks ini sy bersyukur dgn kinerja yg dicapai #PKS.. Di tngah terpaan badai, situasi pnh keterbatasan, kt punya satu kekuatan: kader!!

Kaderlah yg menggerakkan mesin partai, dgn semangat & kerja keras, bersama bergandeng tangan mempersembahkan yg terbaik..

#PKS telah menunjukkan jati dirinya sbg partai kader, bukan partai figur.. Mesin partai BERGERAK, bukan DIGERAKKAN..

Kalau perlu atribut "EFFECT" utk pencapaian kita hari ini, maka sy beri nama: KADER & SIMPATISAN EFFECT..

Krn merekalah, kepercayaan rakyat dpt kita raih.. Krn merekalah, #PKS tetap eksis di muka bumi Indonesia..

Cerita #PKS di 2014 adlh kisah ttg orang biasa yg melakukan hal2 luar biasa dgn cara yg tidak biasa..

Dr perspektif lain, #PKS mmenuhi syrt utk mnjd partai masa dpn: tdk trgntung figur,kaderisasi trs brjln, ttp bkrja bhkn diluar masa pemilu..

Krn itu sy ttp optimis & ingin menyebarluaskan optimisme sy kpd seluruh kader & simpatisan #PKS semua..

Skrg saatnya fokus: mengamankan suara, sambil ttp menjaga situasi agar kondusif..

Pd setiap suara yg kita raih, ada tetes keringat, doa dan senyum seluruh kader & simpatisan #PKS..

Pd setiap suara yg kita raih, ada harapan, kepercayaan dan doa rakyat Indonesia..

Sekali lagi, semoga Allah mencatat kerja keras kita semua sbg pahala..

Kobarkan semangat Indonesia!!

Kerja Da'wah itu Nikmat


Tadabbur ayat 7 surah al-Syarh

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

"Apabila engkau telah selesai (daripada satu amal sholeh), maka kerjakanlah amal sholeh yang lainnya."

1. Ada banyak pandangan ulama mengenai tafsir ayat di atas. Ibn Katsir mengatakan tafsir ayat di atas adalah: “apabila engkau telah selesai melaksanakan urusan dunia, maka segera laksanakan urusan akhirat (ibadah)”. Ibn Mas`ud mengatakan: “apabila engkau telah selesai melaksanakan yang fardhu, maka lakukanlah yang sunnah”. Al-Dhahhak mengatakan: “apabila engkau telah selesai melakukan jihad, maka segera laksanakan”. Menurut Qatadah: “apabila engkau telah selesai dari shalatmu, maka sungguh-sungguhlah dalam berdoa”. Jadi kita diperintahkan oleh Allah untuk terus beramal.

2. Jika kita kaitkan amal itu dengan amal da`wah, maka amal da`wah itu juga amalan yang berterusan. Hal ini sesuai dengan firman Allah

ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير

"Hendaklah ada satu umat dari kamu yang senantiasa berda`wah kepada kebaikan….."

3. Kata “da`wah” pada ayat tersebut dalam bentuk fi`il mudhori` (present continuous), verb yang menunjukkan bahwa pekerjaan itu terus dilakukan. Hal ini mengingatkan kita bahwa da`wah itu ibaratkan air yang terus mengalir, dan tidak akan pernah berhenti. Jika air dihalang mengalir, maka dia akan mencari jalan lain yang lebih rendah untuk terus mengalir, begitu juga dengan da`wah.

4. Karenanya kerja “mengajak, mentarbiyah, melayani, memahamkan, mengarahkan, mendidik, menyadarkan” yang semuanya merupakan bagian kerja-kerja da`wah akan tetap dilakukan, sama ada PEMILU ataupun tidak.

5. Karena disitulah sumber kebahagian kita insya Allah. Sebab kebahagian kita bukan saja pada hasil yang kita dapatkan, akan tetapi kita dapatkan juga disaat kita melakukan kerja-kerja da`wah itu.

6. Jika rasa bahagia itu ada disaat kita melakukan kerja-kerja da`wah, ketahuilah bahwa sesungguhnya itu adalah nikmah yang paling besar diberikan Allah subhaanahu wa ta`aala kepada kita. Karena itulah yang terjadi pada Rasulullah sallalaahu `alaihi wa sallama.

جعلت قرة عيني في الصلاة

"Dijadikan rasa ni`mat itu ketika saya sedang shalat (ketika sedang melakukan ibadah)"


*by ustadz Usman Jakfar

Keberkahan Hasil Pemilu


Hasil hitung cepat Kompas posisikan PKS di 7,02% atau urutan ke 7. Hampir sama hasil hitung cepat lembaga2 lain.

Tentunya hasil akhir masih menunggu hasil real count versi KPU. Smntr PKS juga sdg fokus lakukan real count tuk pastikan hasil akhir.

Hasil quick count baru tunjukkan popular vote atau perolehan suara nasional. Masih harus dikonversi ke penghitungan perolehan kursi.

Electoral vote pada kenyataannya nanti bisa lebih besar atau lebih kecil dari Popular vote. Bisa juga sama. Tergantung sebaran suara.

Pada 2009 hasil popular vote PKS 8.2 juta, terkoreksi (berkurang) sedikit dari 2004. Tapi electoral vote PKS naik. Dari 45 ke 57 kursi DPR RI.

Kenaikan electoral vote PKS di 2009 krn perluasan sebaran suara secacara geografis di semua Dapil. Juga terjadi perluasan peta demografis.

Hasil2 hitung cepat dgn margin error maks 1%, msh beri peluang perolehan suara nasional PKS bergerak naik ke 8% pada real count-nya.

Jika itu terjadi artinya suara PKS 2014 tunjukkan mampu mempertahankan suara politiknya di 2009. Alhamdulillah, target minimal tercapai.

Perolehan suara PKS 2014 di angka 7-8% terjadi dlm situasi sulit dgn sebagian besar energi terpakai tuk konsolidasi internal.

Juga sekali lagi menjungkirbalikkan semua prediksi survey elektabilitas dan pandangan minor sejumlah pengamat pemilu.

PKS juga bersyukur krn sejumlah parpol Islam alami kenaikan suara. Tdk seperti vonis sejumlah lembaga survey dan pengamat politik.

Bertambahnya jajaran partai papan tengah yg didominasi parpol Islam, hasilkan peta kekuatan politik yg relatif datar.

Bahkan parpol yg diprediksi jd pemenang telak pun hrs terima kenyataan tdk mendapat boarding pass mandiri. Peta Pilpres akan cair lagi.

Jadi menurut saya ada sejumlah keberkahan dari peta hasil hitung cepat Pileg 2014. Pertama, PKS mampu bertahan di tengah kesulitan.

Kedua, peningkatan suara parpol Islam yg memperkuat barisan partai papan tengah. Selamat buat PKB, PAN, dan PPP.

Ketiga, tdk ada satupun partai yg menang Pileg di atas 20%. Shg posisi politik partai2 relatif datar.

Keempat, politik pencitraan personal ternyata mampu ditakar oleh pemilih. Masyarakat pemilih makin cerdas.

Atas nama PKS, saya haturkan penghargaan kpd seluruh jajaran pengurus, kader dan simpatisan PKS yg telah tunjukkan semangat juangnya.

Tugas kita belum selesai. Pengawalan dan pengamanan suara sampai rekapitulasi resmi selesai masih harus kita lakukan.

Dan yg lebih penting, mari kita bersyukur kpd Allah yg telah memelihara dan memperkuat kita semua. Ni'mat Allah selalu lebih besar.

Saya memberi hormat kpd Presiden PKS @anismatta dgn semua keikhlasan, kesungguhan dan kebersamaan dlm memimpin perjuangan ini.

Tugas beliau @anismatta belum selesai. Kita baru selesaikan satu lintasan. Di depan mata masih ada lintasan berikutnya.

Jika pada lintasan pertama, kita semua rapatkan shaf, tunjukkan loyalitas & bahu-membahu bersama Presiden PKS @anismatta mari lanjutkan.

Godaan perbedaan pandangan dlm melihat hasil Pileg akan ada. Juga akan ada pihak lain yg akan "ganggu" PKS. Rapatkan terus shaf ini.

Mari pegang betul wasiat baginda nabi: "tangan Allah bersama dengan jama'ah".


*twit @MahfudzSiddiq (Kamis, 10/4/2014)

"Catatan Menarik Hasil Pemilu 2014"


Berikut ini catatan2 menarik soal ‪#‎HasilSementara‬ ‪#‎Pileg2014‬ :

Partai ternyata lolos semua. Atau hampir semua. Hanya PBB dan PKPI yang diprediksi gagal.

Beda dengan analis yang mengancam PKS akan gagal lolos treshold. Alhamdulillah. Pada salah.

Dan hasilnya relatif datar. Tipuan seolah akan ada partai yang besar sekali setelah pencapresan salah.

Tidak ada yang sangat besar. PDIP atau Golkar takkan bisa jalan sendiri. Belasan atau maksimal 20%.

Koalisi yang terbentuk banyak. Bisa jadi 4 atau minimal 3. Capres akan ada Kuda hitam.

Kalau koalisi sempurna menciptakan 20% bisa-bisa capres ada 5 pasang. Seru sekali.

Sementara itu, yang ngaku punya efek ternyata gak ngefek. Dan itu bisa jadi suram karena gak terbukti.

Yang orang lupa bahwa kursi dan suara beda. Suara besar tak berarti kursi (DPR) banyak. PKB kursinya kecil.

PKB ambil kursi di basis NU (jatim) yang harganya mahal (1 kursi DPR utk propinsi Jatim butuh suara banyak, beda dengan wilayah lain spt luar jawa -red). Efeknya jika dikonversi ke kursi jadi kecil.

Tahun 2009 suara PAN lebih besar dari PKS tapi kursinya lebih kecil 12 buah dari PKS.

Inilah hikmah dari 'strategi elektoral' yang selama ini kami lancarkan (PKS menyasar luar jawa, dll -red). Alhamdulillah.

Saya belum bisa menyampaikan hasil riil ya. Tapi insya Allah akan menggembirakan kita semua.

Yang mengharukan adalah bahwa ternyata kita solid bekerja dan berjuang bersama.

Kader PKS dan seluruh masyarakat yang mendukungnya telah menunjukkan kelas dan ketangguhannya.

Telah kita tolak tertunduk dan kalah. Dan kita berani menatap masa depan dengan gagah.

Permainan ini masih panjang. Jangan lengah dan jangan lupa diri. Tetap waspada.

Semoga Allah terus beri kita tenaga.


*Twit @Fahrihamzah (Rabu, 9/4/2014)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger